Kamis, 25 November 2010

Mengenal Pemain The Great Queen SeonDeok

TOKOH-TOKOH PENTING DI QUEEN SEON DEOK

Mengenal Pemain The Great Queen SeonDeok



  • Lee Yo Won sebagai Putri Deok Man yang kemudian bergelar Ratu SeonDeok
    • Nam Ji Hyun sebagai Deok Man
  • Ko Hyun Jung sebagai Nyonya Mi Shil
    • UEE sebagai Mi Shil muda
  • Uhm Tae Woong sebagai Kim Yu Shin
    • Lee Hyun Woo sebagai Kim Yu Shin muda
  • Park Ye Jin sebagai Putri CheonMyeong
    • Shin Se Kyung sebagai Putri CheonMyeong muda (15th)
  • Yoo Seung Ho sebagai Kim Chun Chu (putra Putri CheonMyeong dengan Kim Yong Soo, ep34~)
  • Kim Nam Gil sebagai Bi Dam (putra Mi Shil dengan Raja Jinji, ep21~)
    • Park Ji Bin sebagai Bi Dam muda
  • Lee Seung Hyo sebagai Alcheon
    • Ho Hyo Hoon (호효훈) sebagai Alcheon muda
  • Jung Ho Bin sebagai Moon No (pimpinan ke-8 Hwarang Warriors)
  • Jo Min Ki sebagai Raja Jinpyeong (ayah Putri DeokMan dan Putri CheonMyeong)
    • Baek Jong Min sebagai Jinpyeong muda (pangeran)
      • Kang San sebagai Jinpyeong kanak-kanak
  • Yoon Yoo Sun sebagai Ratu Ma Ya (istri Raja Jinyeong)
    • Park Soo Jin sebagai Ma Ya muda
  • Seo Young Hee sebagai So Hwa
  • Im Ye Jin sebagai Nyonya Man Myeong (adik Jipyeong, ibu Kim Yu Shin)
  • Jung Sung Mo sebagai Kim Seo Hyun (suami Man Myeong; ayah Kim Yu Shin)
  • Park Jung Chul sebagai Kim Yong Soo (putra sulung Raja Jinji, suami Putri Cheonmyeong)
  • Do Yi Sung sebagai Kim Yong Choon (putra ke-2 Raja Jinji)
  • Shin Goo sebagai Eul Je
  • Lee Soon Jae sebagai Raja Jin Heung (ep1)
  • Im Ho sebagai Raja Jinji (ep1)
  • Jung Woong In sebagai Mi Saeng (adik laki-laki Mi Shil, pimpinan ke-10 Hwarang Warriors)
  • Dok Go Young Jae sebagai Se Jong (suami Mi Shil, pimpinan ke- 6 Hwarang Warriors)
  • Jun Noh Min sebagai Seol Won (Mi Shil’s lover; pimpinan ke-7 Hwarang Warriors)
  • Kim Jung Hyun sebagai Ha Jong (putra Mi Shil dengan Se Jong, pimpinan ke-11 Hwarang Warriors)
  • Baek Do Bin sebagai Bo Jong (putra Mi Shil dengan Seol Won)
    • Kwak Jung Wook sebagai Bo Jong muda
  • Song Ok Sook sebagai Seo Ri
  • Ahn Kil Kang sebagai Chil Sook
  • Lee Moon Shik sebagai Jook Bang
  • Ryu Dam sebagai Go Do
  • Kang Sung Pil sebagai San Tak
  • Joo Sang Wook sebagai Wol Ya
  • Jung Ho Geun sebagai Seol Ji
  • Jun Young Bin sebagai Gok Sa Heun
    • Jung Hyung Min (정형민) sebagai Gok Sa Heun muda
  • Park Young Seo sebagai Dae Pung
    • Lee Suk Min (이석민) sebagai Dae Pung muda
  • Go Yoon Hoo sebagai Ho Jae (pimpinan ke-14 Hwarang Warriors)
  • Hong Kyung In sebagai Seok Pum
    • No Young Haksebagai Seok Pum muda
  • Kang Ji Hoo sebagai Im Jong
    • Kim Suk sebagai Im Jong muda
  • Suh Dong Won sebagai Deok Chung
    • Lee Do Hyun sebagai Deok Chung muda
  • Jang Hee Woong sebagai Bakui
    • Seo Sang Won sebagai Bakui muda
  • Lee Sang Hyun sebagai Pil Tan
    • Kim Tae Jin (김태진) sebagai Pil Tan muda
  • Kim Dong Hee sebagai Wang Yoon
    • Choi Woo Sung (최우성) sebagai Wang Yoon muda
  • Ryu Sang Wook sebagai Dae Nam Bo
    • Kim Sang Bin (김상빈) sebagai Dae Nam Bo muda
  • Kim Dong Soo sebagai Hyeop Seong
  • Moon Ji Yoon sebagai Si Yeol
    • Shin Tae Hoon (신태훈) sebagai Si Yeol muda
  • Choi Sung Jo sebagai Seon Yeol
    • Oh Eun Suk (오은석) sebagai Seon Yeol muda
  • Jung Hye Sun sebagai Nyonya Man Ho (ibu Jinpyeong dan Man Myeong)
  • Park Eun Bin sebagai Bo Rang (putri Bo Jong; istri Kim Chun Chu)
  • Qri (큐리) sebagai Young Mo (putri Ha Jong; istri Kim Yoo Shin)
  • Park Jae Jung sebagai Sa Da Ham (cinta pertama Mi Shil; cameo, ep13)
  • Mametkulovs Mansur sebagai Tuan Cartan
Deok Man
PUTRI DEOK MAN/RATU SEON DEOK (LEE YO WON)
Mi Shil
MI SHIL (GO HYEON JEONG)
Jenderai Kepercayaan Ratu SeonDeok
KIM YU SHIN (EOM TAE WOONG)
Putri Cheonmyeong

PUTRI CHEONMYEONG (PARK YE JIN)
Bi Dam
BI DAM (KIM NAM GIL)
Yu Seung-ho Pemeran Pangeran Kim Chunchu

10 burung cendrawasih terindah di dunia

10 Burung Cendrawasih Terindah di Dunia

Ada lebih dari tiga lusin spesies dalam keluarga Paradisaeidae, atau lebih dikenal dengan bird of paradise. Ada sekitar 13 Genus dari burung-burung ini dan yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea.

Di Indonesia kita menyebutnya dengan burung cendrawasih. Bercirikan dengan warna yang mencolok dan cerah, bulu berwarna kuning, biru, merah, dan hijau. Dengan warna-warna yang demikian mereka menjadi burung paling indah dan menarik di dunia, sehingga disebut sebagai burung dari surga.

Burung cendrawasih banyak ditemukan di Papua atau Papua Nugini dan pulau-pulau sekitarnya, termasuk juga Australia Timur. Sayangnya keberadaan burung ini semakin berkurang seiring dengan banyaknya perburuan liar yang tidak bertanggung jawab.
Lesser bird of paradise (Paradisaea minor)
The Lesser bird of paradise dikenal dengan nama Cendrawasih kuning kecil. Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, berwarna merah-coklat dengan mahkota kuning dan punggung atas kuning kecoklatan.
Burung jantan memiliki tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal berwarna putih di daerah luarnya.
Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan. Daerah penyabaranya meliputi seluruh hutan bagian utara Papua Nugini, dan pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen.

Raggiana bird of paradise (Paradisaea Raggiana)

The Raggiana bird of paradise dikenal juga dengan nama Count Raggi’s bird of paradise. Burung ini juga yang paling dikenal sebagai burung Cendrawasih. Habitat burung ini terdistribusi secara luas di Pulau Irian selatan dan timur laut.
Memiliki panjang 34 cm panjang, berwarna merah-coklat keabu-abuan, iris kuning dan kaki berwarna cokelat keabu-abuan. Burung jantan memiliki mahkota kuning, tenggorokan zamrud-hijau tua dan kerah kuning di antara tenggorokan.
Warna bulu sayap bervariasi dari merah ke jingga tergantung subspesies. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.

Astrapia Ribbon-tailed (Astrapia mayeri)

Ini adalah salah satu burung cendrawasih yang paling spektakuler. Namanya Astrapia Ribbon-tailed dan memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh, panjangnya mencapai lebih dari tiga kali panjang tubuhnya.
Panjang burung dewasa mencapai 32 cm dengan ekor burung jantan yang bisa mencapai 1 meter. Burung jantan memiliki warna hitam dan hijau zaitun sedangkan burung betina berwana coklat. Burung jantan memilki ekor panjang berbentuk pita berwarna putih. Daerah penyebarannya ada di bagian tengah Pulau Irian.

Blue bird of paradise (Paradisaea rudolphi)

Namanya mengingatkan nama salah satu angkutan Taksi di Indonesia. Burung ini berukuran sekitar 30 cm, berwarna hitam, iris warna coklat gelap, kaki abu-abu. Burung jantan dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru . Sehingga disebut juga dengan Cendrawasih Biru.
Blue Bird of Paradise adalah burung endemik Papua Nugini. Daerah penyebarannya meliputi pegunungan tenggara Papua Nugini.

Riflebird Paradise (Ptiloris paradiseus)

Kalau anda pernah melihat film Planet Earth, maka anda akan melihat burung ini. Burung ini memiliki panjang sekitar 30 cm dengan burung jantan berwarna hitam dengan warna-warni mahkota biru kehijauan, kaki hitam, iris coklat gelap dan mulut kuning. Burung betina jenis ini berwarna coklat zaitun.
Merupakan endemik di Australia timur, Riflebird juga tersebar di hutan hujan di New South Wales dan pusat Queensland. Burung jantan dapat mengembangkan sayapnya dan memamerkannya seraya bergerak ke kanan dan ke kiri di hadapan burung betina untuk memikat mereka.

Red bird of paradise (Paradisaea rubra)

Kita menamakannya Cendrawasih Merah, panjang sekitar 33cm berwarna kuning dan coklat, serta berparuh kuning. Burung jantan dewasa bisa mencapai 72cm termasuk bulu-bulu hiasannya yang berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya.
Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan.
Merupakan endemik dari Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.

Lawes’s Parotia (Parotia Lawesii)

Parotia lawesii berukuran sedang sampai dengan 27 cm). Daerah penyebarannya meliputi hutan pegunungan di tenggara dan timur Papua Nugini.
Burung jantan memiliki warna hitam dengan kening putih, warnawarni tengkuk biru ungu dan emas bulu dada hijau. Dihiasi dengan tiga kawat hias kepala dari belakang setiap mata dan memanjang mengapit bulu yang berwarna hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kepala burung gelap, iris kuning dan gelap.

King of Saxony bird of paradise (Pteridophora alberti)

King of Saxonyi adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap seperti panji yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Oleh karenanya burung ini dimakan Cendrawasih Panji.
Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut.
Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan. Daerah penyebarannya ada di hutan pegunungan pulau Irian.

Wilson’s Bird of Paradise (Cicinnurus respublica)

Wilson’s Bird of Paradise berukuran lumayan kecil sampai dengan 21 cm. Burun jantan adalah berwarna merah dan hitam dengan jubah kuning di leher, mulut hijau muda, kaki biru dan dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Semetara itu betina berwarna kecoklatan dengan mahkota biru.
Merupakan endemik Indonesia, dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah Kepulauan Waigeo dan Batanta dari Papua Barat.


Princess Stephanie’s Astrapia (Astrapia stephaniae)

Stephanie Astrapia berukuran sekitar 37 cm, burung ini berwarna hitam dengan warna-warni kepala biru-hijau dan ungu, disamping itu memiliki bulu ekor panjang hitam keungunan.
Burung betinanya berwarna coklat gelap dengan kepala hitam kebiruan. Habitat aslinya ada di pegunungan di pusat dan timur Papua Nugini.

sumber: http://woamu.blogspot.com/2010/06/10-burung-cendrawasih-terindah-di-dunia.html

10 pulau terindah

10 Pulau Terindah 2010
Image
PULAU-PULAU ini mendapat predikat pulau terindah tahun ini. Ibarat di surga, para pengunjungnya bisa menikmati berbagai kegiatan menyenangkan, menyantap makanan enak serta mendapatkan perlakuan yang ramah dari para penduduk pulau.
Berkunjung ke sebuah pulau memang memberikan sensasi yang berbeda sekaligus menyenangkan. Butuh usaha yang lebih besar untuk mengunjungi sebuah pulau dibanding pergi ke pulau besar yang biasa dikunjungi lebih banyak turis. Memang, ada pulau yang bisa ditempuh dengan sekali naik pesawat, namun ada pula yang membutuhkan lebih banyak alat transportasi untuk mencapainya.
Meski begitu, segala perjalanan jauh yang ditempuh selalu hampir sebanding dengan apa yang ditemui. Ada pulau yang bersih, tenang, dan damai. Ada pula pulau yang sangat tepat untuk berpesta hingga pagi.
Nah, berikut ini sepuluh pulau terindah hasil survei dari situs Travel + Leisure. Peringkat diurut berdasarkan yang paling menarik bagi pembaca situs. Semoga bisa menjadi panduan untuk berwisata dan berpetualang.
Galapagos, Ekuador
Pulau ini sedang menjadi tren di antara kelompok pencinta alam di dunia. Pasalnya, ada banyak spesies yang belum tersentuh manusia di sini. Ada iguana laut, penguin, singa laut, dan kura-kura raksasa. Mungkin pulau ini bisa dianalogikan sebagai Pulau Komodo di NTT, hanya dengan banyak spesies yang hidup di dalamnya.
Begitu memikatnya spesies yang tinggal di pulau ini, hingga jarak 960 km dari laut Ekuador serasa tak jauh. Padahal, untuk menempuhnya hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kapal milik pengelola taman nasional. Meski begitu, tetap saja pulau ini menjadi daya tarik bagi para pencinta petualangan. Buktinya,setelah tahun lalu hanya menempati peringkat kedua setelah Bali, tahun ini Galapagos langsung menempati posisi puncak dari pulau terindah di dunia.
Kauai, Hawaii
Dari posisi 4, pulau ini melambung ke posisi 2. Inilah pulau yang pernah dipakai sebagai lokasi syuting Jurassic Park, jadi soal keindahannya tidak perlu diragukan lagi. Kauai dipenuhi dengan pemandangan bukit dan gunung yang indah, air terjun, dan perkebunan anggur. Lebih dari separuh pulau ini tidak bisa diakses dengan mobil, jadi cara terbaik untuk menyusurinya adalah dengan berjalan kaki menuju Na Pali, naik perahu menyusuri Sungai Wailua, atau sekadar berjalan-jalan melihat kawasan Waimea.
Cyclades, Yunani
Tak cuma negaranya para dewa, Yunani juga memiliki pulau-pulau indah bak wajah dewa, salah satunya Cyclades. Bayangkan keindahannya: desa-desa yang cantik dan bersih, lanskap yang tidak mulus tapi menarik, pantai perawan, dan restoran-restoran seafood yang menggugah selera. Beberapa titik menarik di pulau ini adalah Milos dan Naxos yang kaya akan situs arkeologi serta Paros dan Antiparos yang tepat sebagai tempat untuk berlayar dan windsurfing.
Bali, Indonesia
Bali merosot dari posisi puncak ke posisi empat tahun ini. Meski begitu, daya tarik budaya dan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan spiritual yang ditawarkan tempat ini belum ada tandingannya. Ditambah promosi gratis dari film Eat, Pray, Love yang masih bergerilya di seluruh dunia, turis asing tetap akan berbondong-bondong ke pulau surga ini.
Hvar, Kroasia
Bayangkan Anda datang ke pulau yang tanahnya bagai tertutup permadani dari pohon pinus dan kebun zaitun. Di pinggir pantainya, kapal pesiar mewah bertebaran. Menakjubkan bukan? Itulah mengapa Pulau Hvar menjadi pendatang baru di deretan pulau paling indah di dunia.Masih belum cukup, bangunan-bangunan di pulau ini juga bisa menjadi daya tarik sendiri. Pulau ini juga masih punya klub malam serta butik-butik yang chic sampai yang mewah. Intinya, inilah pulau yang tepat bagi para pencinta pesta dan mereka yang memiliki kocek tebal.
Santorini, Yunani
Pulau ini juga menjadi pendatang baru di deretan pulau terbaik di dunia. Apa yang membuatnya menarik? Pertama, pulau ini memiliki laut dengan warna bak batu permata. Masih ada juga rumah kaum Eskimo yang sudah langka itu.
Dua daya tarik utama ini dirasa sudah cukup untuk membuat para pengembang resor berbondong-bondong ke tempat ini. Para fotografer juga berburu tempat di pulau ini. Tak ayal, para penggila pesta tergoda untuk membuat pesta-pesta besar di tempat ini.
Padahal jika melihat letaknya, pulau ini termasuk rawan bencana. Erupsi gunung berapi terjadi rutin dalam kurun waktu tertentu. Gempa bumi juga pernah terjadi di pulau ini pada 2009. Tapi toh keindahan alamnya mampu menyingkirkan ketakutan para pengunjung akan bahaya tersebut.
Sicilia, Italia
Ini adalah pulau yang baru masuk ke daftar pulau terindah di dunia. Apa yang indah dari pulau ini? Jawabnya: makanan yang lezat. Di pulau ini ada banyak makanan enak, anggur yang terasa kuat, kota dengan bangunan ala barok, serta desa di pinggir pantai. Namun yang juga tak ketinggalan dan mungkin juga yang paling penting dari sejarah Sicilia, inilah pulau tempat lahirnya mafia Italia. Status ini tentu saja menjadi cerita seru tersendiri bagi pengunjung di pulau ini. Contohnya saja, kota kembar Agrigento dan Taormina. Di dua kota ini pengunjung bisa melihat sejarah para pemimpin Yunani yang pernah berkuasa di pulau ini.
Maui, Hawai
Pulau yang menyejukkan mata dengan hutannya yang hijau dan cantik. Sesungguhnya pulau ini bahkan lebih terawat dibanding Big Island. Pengunjung juga bisa lebih banyak melakukan aktivitas alam, mulai dari melihat taman bunga, menyusuri perjalanan menanjak menuju Desa Hana yang bersejarah, dan berjalan-jalan di sekitar Haleakala, gunung berapi terbesar di dunia yang sudah tidak aktif lagi. Yang juga sayang untuk dilewatkan adalah kedatangan sekelompok ikan paus di musim dingin yang bermigrasi dari Alaska untuk mencari air yang lebih hangat di pulau ini.
Maladewa (Maldives)
Maladewa adalah negara kecil dengan banyak pulau-pulau kecil. Dari 1.190 pulau, hanya ada 200 pulau yang ditinggali oleh manusia. Tentu saja, umumnya pulau-pulau kecil, pantai-pantai di Pulau Maladewa sangat indah, nyaman, dan tenang. Begitu nyaman dan tenangnya pantai di pulau ini, banyak resor mewah bahkan resor eksklusif. Salah satu resor mewah yang terkenal di pulau ini adalah Anantara Dhigu Resort & Spa dan One&Only Reethi Rah. Sayangnya, pulau ini sangat mudah terancam bahaya tsunami, seperti yang pernah terjadi pada 2004. Mungkin karena itu pula, peringkat pulau ini turun dari deretan 8 menjadi 9.
Big Island, Hawaii
Pulau ini adalah pulau paling selatan di Hawai. Juga menjadi pulau paling besar di Amerika.Yang menarik dari pulau ini adalah hutan hujan yang lebat serta pantai yang menawan. Pengunjung bisa snowboarding dan diving di sini. Namun sebenarnya ada pula tempat yang mirip seperti pulau ini, yaitu Hawaii Volcanoes National Park. Di tempat ini pengunjung juga bisa melihat Kilauea, salah satu gunung berapi yang paling aktif di dunia, yang masih mengeluarkan lava. Tahun lalu pulau ini ada di peringkat 9 dan tahun ini turun ke peringkat 10.
(Koran SI/Koran SI/ftr)

Kamis, 11 November 2010

perekonomian korea

Perekonomian Korea

Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang luar biasa. Perkembangan ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.

Selama kurun waktu 1980-an, Korea Selatan mengadopsi sistem kedekatan antara sektor pemerintahan dan bisnis yang termasuk juga kredit yang terarah, pembatasan impor, dan pensponsoran industri-industri khusus. Pemerintah Korea Selatan mendorong impor bahan-bahan baku mentah dan teknologi dengan mengorbankan barang konsumtif serta mendorong masyarakat untuk menabung dan melakukan investasi.

Namun demikian, seiring dengan gelombang krisis ekonomi yang melanda Asia, Korea Selatan tidak terkecualikan sebagai salah satu negara yang terkena krisis. Rasio hutang yang tinggi, pinjaman yang tinggi, serta ketidakdisiplinan sektor ekonomi telah menjatuhkan perekonomian Korea Selatan pada tahun 1998.

Setelah empat tahun berada dalam pengobatan yang dilakukan oleh IMF, perlahan perekonomian Korea Selatan meningkat kembali secara gradual. Dituntun oleh pengeluaran konsumsi serta peningkatan ekspor yang signifikan, pada tahun 2002 Korea Selatan mencatat perkembangan perekonomian yang ditandakan oleh peningkatan GDP sebesar 7 persen yang juga menandakan kelulusannya dari program dan pengawasan IMF. Korea Selatan telah membayar kembali sisa pinjamannya sebesar US$ 19,5 milyar, dua tahun lebih cepat dari perkiraan semula. Antara tahun 2004 – 2007, pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4-5 persen.

Pada tahun 2005, pemerintah membuat proposal tentang pengesahan reformasi kaum buruh dan skema dana pensiun perusahaan untuk membuat pasar tenaga kerja lebih fleksibel. Pemerintah juga memperkenalkan kebijakan real-estate untuk mendinginkan spekulasi yang dibuat oleh sektor properti. Perkembangan yang positif ini dibarengi dengan berbagai upaya restrukturisasi di sektor keuangan, korporasi dan publik. Pemulihan ekonomi Korsel yang berlangsung cepat tersebut sebagian besar juga didukung dengan penerapan kebijakan suku bunga yang rendah dan stabilisasi pasar domestik. Kebijakan ini pada gilirannya mendorong iklim investasi dan permintaan domestik.

Secara umum, perekonomian Korea Selatan lewat ditandai lewat tingkat Inflasi yang moderat, tingkat pengangguran yang rendah, surplus dari ekspor, dan pendistribusian pendapatan yang merata. Semua ini menandakan solidnya perekonomian Korea Selatan.

3 kingdom in korea

The Three Kingdoms

Pre-20th Century

??- 57 B.C.: Evidence of inhabitants in Korea from as early as 4000 BC exists in Korea. Legend has that the man-god Tan Gun founded the Joseon (meaning Land of the Morning Calm) Kingdom in 2333 BC. Almost no centralized communities existed from then until three kingdoms emerged in the 1st century BC.


57 B.C. - 668 A.D.: The Three Kingdoms of Silla, Goguryeo, and Baekje had similar ethnic and linguistic backgrounds. Koguryo occupied the northern part of the peninsula from the Chinese border to the Han River, while Silla and Baekche dominated the southern regions. All three kingdoms were heavily influenced by China, and Buddhism was introduced to Koguryo in 372. Various alliances were formed either with or against the Chinese until 660 when Silla allied with China to overthrow Baekje. Goguryeo fell shortly afterwards in 668.


668 - 935: The Silla Kingdom period marked the start of Korea's cultural development. Buddhism expanded and furled the construction of numerous temples and art works. However, despite Chinese influences, Silla remained largely tribal in culture. Society divided into distinct classes with a large semi-slave population supporting an aristocratic minority. Warlords began amassing power bases to the north and eventually took over Silla and founded a new kingdom- Goryeo.

918 - 1392: Korea's English name was derived during the Goryeo period. At this time the government codified the laws and introduced a civil service system. During this time Buddhism flourished and spread throughout the peninsula. Like other kingdoms before it, Koryo was also subject to internal strife and external threats, most notably from the Mongols who had taken over China. In 1231 the Mongols invaded Korea, forcing the royal family to flee to Kanghwa Island near Seoul. After 25 years of struggle, the royal family finally surrendered. The following 150 years saw continued Goryeo rule, but under the control of the Mongols. As the Mongols declined in power, so too did Goryeo. In 1392 a Korean general, Yi, Song-gye, was sent to China to campaign against the Ming rulers. Instead, he allied himself with the Chinese, returned to overthrow the Korean king, and setup his own dynasty. During this time, Korea also perfected the art of celadon pottery.

1392 - 1910 The ruler of the Yi Dynasty (also known as the Joseon Dynasty) moved the capital to Hanyang-gun (today's Seoul) in 1394 and adopted Confucianism as the country's official religion. As a result, Buddhists lost much of their wealth and power. It was during this period that the Korean alphabet, Hangeul, was invented by King Sejong the Great. This period also had its share of external problems, suffering invasions by the Japanese (1592-1598) and the Manchus (1627-1636). With the arrival of Japanese and Western traders in the 19th century, the Korean rulers tried to prevent the opening of the country to foreign trade by closing the borders, earning Korea its nickname of the Hermit Kingdom. Beginning in 1876, the Japanese forced a series of Western-style trade agreements on Korea, leading to Japan's eventual annexation of the country in 1910. Due to growing anti-Japanese sentiment, in 1897 King Kojong declared himself to be emperor of the Taehan Empire, an independent Korea. However, during the Russo-Japanese War (1904-1905), Japanese forces moved onto the peninsula, despite Korean declarations of neutrality. The signing of the Japan-Korea Protection Treaty in 1905 gave Japan virtual control over Korea, and in 1910 a Korean royal proclamation announced the annexation by Japan.

korean family life

Korean Family Life

KOREAN FAMILY LIFE
Fathers and grandfathers are the main authority figures in Korean families. This has been true since the official adoption of neo-Confucianism as the state philosophy at the beginning of the Choson period, around A.D. 1400, and it reflect the historic pattern of patriarchy in East Asian culture. Children, in return, are required to practice “filial piety”. Filial piety (Korean:Hyo) begins the fact that people are eternally indebted to the parents who give them life, nourish them as helpless infants, protect and provide for them in childhood, and show them how to become good human beings. During childhood people acquire an appreciation for the family heritage that is being handed down to them from previous generation through their parents. They learn that as adults they will be responsible for maintaining and preserving the family heritage and for passing it along to their own future children. They understand that they are part of a network of relatives, with duties and obligation to everyone else in the family. They also realize that they can call upon their family for support throughout their lives. The obligations are mutual and operate as a important source of identity and emotional security.

The idea of filial piety is so pervasive in Korean culture that the language itself is structured to reflect the junior-senior relationship of the parties in any given conversation. A younger person will attach “honorific” elements to sentences to show his or her respect to a parent, teacher or boss. Throughout every day, people are constantly figuring their relative position and adjusting the way they speak accordingly. Filial piety is thus the model for almost all social relationship in Korea.

Korean accept filial obligation as part of life. The obligations set the patterns for getting along with other people and make it easier to know how to act in daily situations. Everyone agrees that parents have a duty to their own ancestors to be wise and benevolent toward their children. Everyone also agrees that that it’s the children’s duty to obey their parents and to repay them with loyalty and sincere effort. In relationship outside the family, people also understand how to behave toward others who are above or below them on the social scale. The idea of filial piety is a model for all these relationships as well.

Today, when most Koreans live in cities, there is much nostalgia for the days when farming household often consisted of grandparents, parents and children generation under one roof. There was no old age insurance or social security system, so different generations of a family took care of each other.

City life has changed that, and in today’s high-rise apartment buildings there is little to compare with the social interaction that was so much a part of Korean village life. Nor there is the space. Korean farmhouses were never roomy, but it was easy enough to step outside into the porch, or into the yard. Elderly people nowadays find it boring to be cooped up in apartments with elevators that can only take them down to traffic-choked streets where there is nothing to do but shop. Now that there is medical insurance and a certain amount of old age pension support, older Koreans often opt for their own apartments and live apart from their adult children for as long as they can. In this respect modern urban life in Korea resemble life in the United States.


Dalam keluarga Korea, Ayah dan kakek merupakan seseorang yang berwenang terhadap keluarga. Hal ini terlihat sejak periode raja Cheoson. Anak-anak di keluarga Korea selalu dibiasakan berdiskusi dengan orangtua mereka. Mereka membicarakan bahwa anak-anak sangat berhutang budi terhadap orangtua yang telah memberikan mereka kehidupan, merawatnya saat bayi, melindungi dan memberikan masa kecil yang menyenangkan. Hal itu dilakukan agar anak-anak mereka tumbuh menjadi seseorang yang baik. Sejak kecil anak-anak belajar menghargai warisan budaya dari generasi terdahulu sebelum orangtua mereka, mereka akan mengajarkannya kembali pada keluarga mereka dimasa mendatang. Mereka mengerti bahwa mereka adalah bagian dari keluarga, ini sangat penting untuk identitas dan emosional mereka.

Orang yang lebih muda mengucapkan sebutan kehormatan jika berbicara, itu untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada orangtua, guru, atau atasan. Begitulah hampir semua hubungan sosial di Korea.

Korea menerima kewajiban seorang anak sebagai bagian dari kehidupan. Itu diperlukan untuk tahu bagaimana bersosialisasi dengan orang lain dan tahu bagaimana harus berbuat. Setiap orang setuju bahwa orangtua mempunyai kewajiban kepada leluhur mereka untuk bijaksana dan baik kepada anak-anak mereka. Semua orang juga setuju bahwa anak-anak mempunyai kewajiban untuk mematuhi orangtua mereka. Dalam hubungan diluar keluarga, orang-orang juga mengerti bagaimana bersikap kepada orang lain yang lebih tua atau yang lebih muda dari mereka dalam status sosial.

Sekarang ketika mereka tinggal di perkotaan, mereka hanya bisa mengenang saat-saat ketika kakek, nenek, orangtua, dan anak-anak tinggal bersama dalam satu atap. Kakek dan nenek mengasuh cucu mereka dan melihat cucunya saat mulai belajar berjalan. Kakek biasanya pergi keluar untuk menemui sespuh desa atau kadang-kadang minum dikedai minuman.

Kehidupan di kota telah merubah semua itu, bangunan napartemen disana sangat kecil jika dibandingkan dengan kehidupan sosial di desa. Sekarang orang yang sudah tua merasa bosan karena hanya bisa mengurung diri di dalam apartemen dengan lift yang hanya bisa membawanya turun ke jalan dimana disana tidak ada yang bisa dilakukan kecuali belanja. Mereka merasa kerepotan dengan perubahan dari kehidupan di desa dengan kehidupan di kota. Keadaan ini mirip dengan kehidupan di AS.

education in south korea

" Pendidikan di Korea Selatan "



cerita yang saya ambil dari Forum pendidikan yang menceritakan tentang pendidikan SMK di Korea Selatan yang ternyata sangat baik daripada pendidikan di Negara Indonesia ini.
ada beberapa yang menjadi kenangan indah:
1. Orang korea selalu sehat dan awet muda, sebeb meraka menghindari makanan yang mengadung kolesterol dan jarang sekali menggunakan gula sebagai pemanis
2. Cinta produksi dalam negeri, selama disana jarang sekali atau hampir tidak ada mobil buatan jepang berseliweran yang ada smuanya produk dalam negeri sendiri.

Sampai hal yang terkecil mereka bangga dengan produksi merekan sendiri
3. Untuk ICT (ini yang membanggakan) :
a. Setiap 1 km di jalan raya terpasang CCTV dan dikendalikan oleh perusahaan swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. Tugas polisi sangat minim sekali, bila ada pelanggaran langsung terlihat karena setiap mobil ada identitas tersendiri dan didenda pada saat sampai dirumah
b. Tidak ada sim card seperti layaknya di Indonesia, teknologi yang mereka gunakan adalah CDMA
c. Identitas semua penduduk terdata dalam suatu server, sehingga penduduk tidak perlu ganti ktp atau apapun juga, karena data smua tentang mereka sudah ada
d. Pokoknya semua kehidupan berbasis IT
4. Sekolah (SMK) kami mengunjungi 4 sekolah yang berbasis SMK, dengan gambaran yang sama :
a. Porsi untuk kurikulum 50 % budi perkerti, 44% Materi Produktif, 6 % ekstra ko kurikuler
b. Peran swasta sangat menunjang, seperti contoh beberapa perusahaan mendirikan SMK sehingga mereka tidak ada program PKL, sebab guru yang mengajar di sekolah tersebut adalah manager perusahaan yang mempunyai kemampuan yang luar biasa. Sekolah dijadikan pusat reset produk oleh perusahaan tersebut, para manajer tersebut memilih jadi guru karena penghasilan mereka setahun 440.000.000 won
c. Setiap siswa disana tidak ada yang merokok sebab apabila merokok langsung "get out"
d. Tidak ada Ujian Nasional sebab kurikulum berpokus kepada kemampuan produktif/keahlian dan siap untuk kerja
e. bejar secara full day dan gratis makan

Itulah sekelumit cerita, kapan kita bisa seperti mereka...... .. padahal mereka bangkit pada tahun 1975an.